Meritagehighlands.com – Sejumlah berita perekonomian yang muncul pada hari sebelumnya masih menarik perhatian, dengan fokus utama pada kenaikan harga LPG 12 kilogram dan rencana penghentian impor solar oleh Indonesia mulai 1 Juli 2026.
PT Pertamina Patra Niaga mengumumkan kenaikan harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) nonsubsidi ukuran 12 kg menjadi Rp228 ribu per tabung, meningkat sebesar 18,75% dari harga sebelumnya yang sebesar Rp192 ribu. Kenaikan harga ini merupakan yang pertama sejak awal tahun 2023 dan mulai berlaku di berbagai wilayah, termasuk Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.
Dalam konteks lain, harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi juga mengalami kenaikan, mendorong Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira Adhinegara, untuk mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap pembelian BBM subsidi. Bhima menilai, kondisi ini wajar mengingat kenaikan harga pasar serta Indonesian Crude Price (ICP) yang turut naik.
Selain itu, PT KAI (Persero) mengaktifkan kembali Stasiun Plabuan di Kabupaten Batang dan Stasiun Comal di Kabupaten Pemalang untuk memberikan pelayanan kepada penumpang. Ini dianggap sebagai langkah strategis untuk mendekatkan layanan transportasi kepada masyarakat.
Dari perspektif maritim, dua kapal milik PT Pertamina International Shipping, Pertamina Pride dan Gamsunoro, masih terhambat untuk melintasi Selat Hormuz. Perusahaan terus memantau situasi yang dinamis di kawasan tersebut.
Lebih jauh, Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, menyatakan bahwa Indonesia akan menghentikan impor solar pada 1 Juli 2026 dalam rangka penerapan biodiesel 50 persen yang berbasis sawit, sebagai langkah untuk memperkuat kemandirian energi nasional.