Pemilik Hajatan Tewas Dikeroyok, Polisi Terus Cari Pelaku

[original_title]

Meritagehighlands.com – Polisi tengah menyelidiki kasus kematian Dadang, seorang pemilik hajatan di Purwakarta, yang diduga tewas akibat penganiayaan oleh preman yang meminta jatah. Insiden ini terjadi ketika keributan di acara hajatan tersebut berujung pada aksi kekerasan, mengakibatkan korban mengalami luka parah hingga tidak sadarkan diri.

Menurut keterangan Kapolres Purwakarta, AKP Enjang Sukandi, pada Sabtu malam (4/4/2026), sekelompok orang diduga terlibat dalam keributan di lokasi hajatan, yang berujung pada pemukulan Dadang. “Diduga ada lebih dari dua pelaku yang terlibat. Saat ini, kami sedang mengumpulkan saksi untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut,” imbuh Enjang saat memberikan keterangan kepada wartawan.

Polisi menemukan bahwa sebuah belahan bambu digunakan sebagai alat penganiayaan di tempat kejadian perkara (TKP). Meskipun korban segera dilarikan ke rumah sakit, nyawanya tidak tertolong. “Korban tidak sadarkan diri pada saat dibawa ke rumah sakit dan kemudian dinyatakan meninggal,” lanjutnya. Proses autopsi akan dilakukan untuk memastikan penyebab kematian.

Enjang mengharapkan agar pelaku segera ditemukan dan ditangkap. “Kami mohon doa dari masyarakat agar proses penegakan hukum ini berjalan lancar dan pelaku dapat segera diamankan,” ujarnya. Penyidikan kasus ini terus berlangsung, dan polisi berkomitmen untuk menyelesaikannya secepat mungkin demi keadilan bagi korban.

Tragedi ini terjadi di tengah suasana bahagia acara hajatan, sehingga menimbulkan duka mendalam di kalangan keluarga dan masyarakat sekitar. Polisi berusaha untuk mengungkap fakta lebih lanjut terkait insiden yang mengganggu ketenteraman tersebut.

Baca Juga  Inovasi Baru Didorong oleh Sawit Indonesia Award 2025

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *