Meritagehighlands.com – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) berkomitmen untuk memperluas akses komunikasi publik melalui pemberdayaan Duta Damai sebagai Penyuluh Informasi Publik (PIP). Inisiatif ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan diseminasi informasi pemerintah. Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Komdigi, Fifi Aleyda Yahya, menekankan pentingnya kolaborasi untuk memperkuat komunikasi publik.
Dalam sambutannya pada Bimbingan Teknis Sarana Pelatihan dan Apresiasi (SAPA) PIP yang berlangsung pada Jumat (6/3) di Yogyakarta, Fifi menyatakan bahwa kolaborasi menghadapi persoalan kebangsaan dapat meningkatkan efektivitas penyampaian informasi. Acara tersebut dihadiri oleh 283 Duta Damai dari 19 provinsi dan bertujuan untuk memberikan pembekalan teknis serta pemahaman mengenai program prioritas pemerintah.
Ia juga membahas isu krusial terkait perlindungan anak di ruang digital. Fifi mengidentifikasi tujuh risiko yang mengintai anak ketika mereka mengakses media sosial secara prematur, meliputi potensi adiksi dan gangguan konsentrasi. Menurutnya, prinsipnya bukan melarang akses digital, tetapi menunggu hingga anak siap secara usia, fisik, dan mental.
Selain itu, dalam kegiatan ini juga dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Komdigi dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Sudaryanto, Deputi BNPT, menyatakan dukungannya untuk bersinergi dalam penguatan komunikasi publik dan keberhasilan program pemerintah.
Fifi berharap PIP dapat berfungsi sebagai jembatan yang kuat antara kebijakan pemerintah dan masyarakat. Dengan penyampaian informasi yang akurat dan bertanggung jawab, diharapkan kepercayaan masyarakat dapat tumbuh, sehingga memperkuat persatuan bangsa.