Harga BBM Naik dan Calon Mitra Proyek PSEL Gelombang II

[original_title]

Meritagehighlands.com – Berbagai peristiwa ekonomi penting terjadi di Indonesia pada Selasa (17/3), termasuk pernyataan Menteri Keuangan mengenai harga bahan bakar minyak (BBM) serta pembukaan pendaftaran calon mitra untuk proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) gelombang II.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pemerintah masih mampu menahan harga BBM hingga akhir tahun ditengah meningkatnya biaya energi global yang disebabkan oleh konflik di Timur Tengah. Purbaya mengungkapkan, “Sampai sekarang belum ada hitungan untuk menaikkan harga BBM karena kita punya uang masih cukup untuk level harga BBM yang sekarang,” usai kunjungan ke Pasar Beringharjo di Yogyakarta.

Selain itu, pemerintah juga tengah merancang strategi penghematan energi di sektor publik, termasuk dalam bidang pendidikan dan kesehatan. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk menghadirkan efisiensi yang responsif dan berbasis data, terutama mengingat pengalaman masa pandemi COVID-19.

Sementara itu, Bank Indonesia (BI) memberikan pernyataan serius mengenai dampak perang di Timur Tengah sejak Februari 2026 yang memperburuk prospek ekonomi global. Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengungkapkan bahwa melonjaknya harga minyak dunia memiliki efek negatif terhadap rantai pasok perdagangan antarnegara, yang mengakibatkan penurunan prospek pertumbuhan ekonomi dan peningkatan inflasi global.

Di sisi lain, pemerintah juga berencana melibatkan pelaku usaha untuk merespons investigasi perdagangan yang dilakukan oleh Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa diskusi diperlukan untuk mempersiapkan posisi Indonesia dalam konsultasi tersebut.

Terakhir, Danantara Indonesia membuka pendaftaran baru bagi perusahaan yang ingin menjadi mitra dalam proyek PSEL. Ini merupakan gelombang kedua, setelah pendaftaran pertama di wilayah Bekasi, Denpasar, Bogor, dan Yogyakarta.

Baca Juga  Barantin Terapkan Delapan Tahap Karantina Cegah Komoditas Berisiko

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *