PAPUA BARAT JAJAKI KERJA SAMA PENGELOLAAN SAMPAH DENGAN TIONGKOK

[original_title]

Meritagehighlands.com – Pemerintah Provinsi Papua Barat mulai menjajaki kerja sama dengan investor asal Tiongkok dalam proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik, atau yang dikenal dengan istilah waste to energy (WTE), dengan nilai diperkirakan mencapai 300 juta dolar AS, setara dengan lebih dari Rp5 triliun.

Wakil Gubernur Papua Barat, Mohamad Lakotani, mengungkapkan bahwa investor Tiongkok menunjukkan minat yang serius dalam proyek pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa). Pada Jumat, 23 Mei lalu, Lakotani bertemu dengan perwakilan investor di Jakarta untuk membahas detail kerja sama dalam pengelolaan sampah menjadi energi hijau yang ramah lingkungan.

Dalam skema investasi ini, Pemerintah Provinsi Papua Barat berupaya meminimalkan beban anggaran daerah melalui dukungan pendanaan, teknologi, serta sistem operasional yang akan diberikan oleh mitra Tiongkok. Pemerintah provinsi juga akan memberikan percepatan perizinan serta penyediaan lahan seluas kurang lebih 5 hektare. Selain itu, sebanyak 1.000 ton sampah per hari akan disiapkan sebagai bahan baku pengolahan.

Sampah yang dihasilkan dari daerah perkotaan nantinya akan diolah menjadi energi listrik yang kemudian akan dijual kepada Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk didistribusikan kepada masyarakat. Sistem pembagian keuntungan antara perusahaan dan pemerintah daerah akan dibahas lebih lanjut sebelum penandatanganan kontrak.

Lakotani menekankan bahwa proyek ini memiliki potensi strategis, tidak hanya dalam mengatasi masalah pengelolaan sampah, tetapi juga sebagai sumber tambahan energi terbarukan serta menciptakan lapangan kerja baru di wilayah tersebut.

Baca Juga  Lindungi Ketiak Anda dengan Menghindari Deodoran Tertentu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *