Mengenal Ubur-Ubur Api: Alasan Serangan Terhadap Manusia

[original_title]

Meritagehighlands.com – Ubur-ubur api mencuri perhatian publik setelah menyengat lebih dari 40 orang, mayoritasnya anak-anak, di Pantai Bantul. Peristiwa ini terjadi pada saat musim ubur-ubur, yang mengakibatkan pemerintah setempat mengeluarkan imbauan kepada wisatawan untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di pantai.

Ubur-ubur api, yang dikenal dengan nama ilmiah Physalia, dikenal memiliki penampilan yang memikat. Namun, di balik keindahannya, terdapat potensi sengatan berbahaya siap menyerang. Ubur-ubur ini tidak menyerang manusia dengan sengaja dan tidak memiliki kemampuan untuk berenang aktif. Mereka lebih bergantung pada embusan angin dan arus laut untuk bergerak. Tentakel panjang yang menyentuh manusia terjadi karena manusia tidak sengaja menabrak atau menyentuhnya di dalam air.

Menurut peneliti dari Pusat Riset Oseanografi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), fenomena ubur-ubur api terdampar di pantai selatan Indonesia sering kali berkaitan dengan musim. Puncak kemunculannya biasanya terjadi antara Juli hingga September, saat fenomena angin timuran mendorong ubur-ubur ke garis pantai. Angin dingin yang berasal dari Australia dan penurunan suhu permukaan laut menjadi faktor utama yang menyebabkan ubur-ubur api terdampar di pasir pantai, seperti di Parangtritis dan Gunungkidul.

Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat bermain di air. Sengatan ubur-ubur api bisa menyebabkan rasa sakit yang cukup signifikan, sehingga penting untuk memahami risiko yang ada. Edukasi tentang ubur-ubur api diharapkan dapat mengurangi jumlah kasus sengatan yang terjadi di area pantai.

Baca Juga  ESDM: Pertalite Tidak Dijual di Beberapa SPBU Pertamina Karena Upgrade

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *