Video Call Pramugari Sebelum Pesawat ATR 42-500 Jatuh

[original_title]

Meritagehighlands.com – Florencia Lolita Wibisono, atau yang akrab disapa Olen, seorang pramugari berusia 32 tahun dari pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, sempat berkomunikasi dengan keluarganya melalui video call sebelum keberangkatan. Pada Jumat, 16 Januari 2026, Olen meminta doa dari ibunya sebelum terbang dari Yogyakarta menuju Makassar.

Pesawat yang ditumpangi Olen dan 9 orang lainnya dilaporkan hilang kontak pada Sabtu, 17 Januari. Keluarga mulai panik setelah mendengar informasi tentang pesawat tersebut, dan langsung menuju Makassar untuk mengikuti proses antemortem. Tante Olen, Suly Mandang, mengungkapkan bahwa mereka menerima kabar mengenai hilangnya pesawat pada hari yang sama.

Suly menambahkan, komunikasi antara Olen dan keluarganya berlangsung intens, terutama setelah kondisi kesehatan ibu Olen membaik usai dirawat di rumah sakit. “Olen selalu menghubungi kami ketika ada waktu luang. Terakhir dia video call dan mengabarkan perjalanannya,” ujarnya.

Keluarga berharap mendapatkan kejelasan lebih lanjut mengenai insiden tersebut, dan telah bersiap untuk mendukung tiap proses yang diperlukan. Kejadian ini memunculkan rasa duka dan keprihatinan yang mendalam terhadap keselamatan penerbangan di Indonesia. Penyelidikan lebih lanjut akan dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti jatuhnya pesawat dan memastikan keselamatan penerbangan ke depannya.

Baca Juga  Jet Tempur dan Drone Turki Dipesan Indonesia dan Malaysia karena Teknologi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *