Prospek Bisnis Pakan Unggas Diprediksi Tingkatkan Laba

[original_title]

Meritagehighlands.com – Bisnis pakan ternak di Indonesia terus menunjukkan performa yang kuat, menjadi penyumbang laba terbesar bagi emiten perunggasan di tengah fluktuasi harga komoditas global. Dalam sebuah acara media, Senior Research Analyst di Mirae Asset Sekuritas, Andreas Kristo Saragih, menyatakan bahwa meski mayoritas pendapatan berasal dari segmen peternak broiler, lini usaha pakan ternak memiliki margin yang lebih tinggi berkat model bisnis yang fleksibel.

Andreas menjelaskan bahwa sekitar 70 persen biaya produksi pakan berasal dari bahan baku, dengan jagung menjadi komponen utama yang dipenuhi dari dalam negeri. Sementara itu, bungkil kedelai yang memiliki porsi sekitar 20 persen masih bergantung pada impor dari negara seperti Argentina dan Brasil, membuatnya sensitif terhadap perubahan harga komoditas global.

Model bisnis ‘cost-plus’ yang diterapkan juga memungkinkan produsen untuk menyesuaikan harga jual dengan kenaikan biaya bahan baku, sehingga membantu menjaga profitabilitas. Meskipun harga bungkil kedelai dan jagung berfluktuasi, margin dalam usaha pakan tetap relatif stabil.

Lebih lanjut, Andreas menyoroti potensi peningkatan konsumsi makanan olahan di Indonesia, yang diharapkan akan berkontribusi positif bagi industri pakan. Dengan meningkatnya urbanisasi dan perubahan gaya hidup yang mendorong permintaan akan protein hewani, sektor agribisnis diperkirakan akan terus berkembang.

Seiring tren konsumsi yang mengarah pada produk olahan, bisnis pakan tetap dipandang sebagai mesin profitabilitas utama bagi emiten perunggasan, berpotensi memberikan dampak positif jangka panjang bagi industri pangan secara keseluruhan.

Baca Juga  Jepang Terkendala Ketakutan Terhadap AS, Palestina Terabaikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *