Penerbangan Kualanamu Terpengaruh Abu Vulkanik, 51 Jadwal Diubah

[original_title]

Meritagehighlands.com – Bandara Internasional Kualanamu di Deli Serdang mengalami penyesuaian jadwal penerbangan yang signifikan, di mana 51 penerbangan terdampak akibat sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau. Menurut keterangan dari Manager of Corporate Affairs PT Angkasa Pura Aviasi, Mohamad Hikmat Hidayat, penyesuaian ini terjadi karena gangguan operasional di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) di Cengkareng, Banten, dan Bandara Halim Perdanakusuma (HLP) di Jakarta, yang terpaksa ditutup.

Kejadian tersebut dipicu oleh erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan. Penutupan dua bandara tersebut berimbas pada perjalanan penerbangan di Kualanamu, terutama yang terhubung dengan CGK dan HLP. Salah satu contoh penerbangan internasional yang terdampak adalah penerbangan dari Amsterdam (AMS) menuju Soekarno-Hatta yang dialihkan ke Bandara Kualanamu.

Hikmat menegaskan bahwa data penerbangan yang terdampak masih bersifat sementara dan bisa berubah seiring perkembangan situasi. Namun demikian, operasional Bandara Kualanamu tetap berjalan normal. Pihak pengelola bandara terus melakukan koordinasi dengan AirNav Indonesia, maskapai penerbangan, dan otoritas terkait lainnya untuk memantau perubahan kondisi.

Masyarakat juga diimbau untuk memverifikasi status penerbangan mereka melalui maskapai masing-masing sebelum menuju bandara. Langkah ini diambil untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan penumpang dalam menghadapi situasi yang tidak terduga ini.

Baca Juga  Kemen PU Selesaikan Pemasangan Jembatan Bailey di Aceh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *