Menko Pangan: Teknologi Pirolisis Dukung PSEL Atasi Sampah Nasional

[original_title]

Meritagehighlands.com – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mendorong pemanfaatan teknologi pirolisis dalam pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) untuk mempercepat penanganan masalah sampah di Indonesia. Dalam wawancara resmi yang dirilis di Jakarta, ia menjelaskan bahwa kapasitas PSEL yang sedang dikembangkan saat ini masih belum cukup untuk mengatasi seluruh timbulan sampah yang ada.

Zulkifli Hasan menegaskan bahwa untuk menangani masalah sampah secara efektif, diperlukan intervensi teknologi. Ia mengungkapkan bahwa selain pembangunan fasilitas PSEL, teknologi pirolisis dapat menjadi solusi untuk mengolah sampah yang menumpuk di tempat pemrosesan akhir (TPA) menjadi bahan bakar terbarukan. “Dengan teknologi ini, kami yakin mampu menangani sekitar 20 persen persoalan sampah nasional,” ujarnya.

Melalui implementasi Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025, pemerintah berupaya mempercepat pembangunan PSEL di berbagai daerah. Indonesia diharapkan memiliki total 13 lokasi PSEL, dengan Kota Palembang menjadi salah satu yang ditargetkan beroperasi pada Oktober 2026. Saat ini, kapasitas PSEL diharapkan mampu mengatasi sekitar 22 persen dari total sampah nasional.

Dalam rangka pengembangan teknologi pirolisis, pemerintah bekerja sama dengan TNI Angkatan Darat dan pemerintah daerah untuk menyusun proyek percontohan di lima daerah, termasuk Kota Bogor dan DKI Jakarta. Zulkifli menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam penyediaan lahan dan perizinan, serta kepastian pasokan sampah untuk fasilitas pengolahan.

Ia menambahkan bahwa pengembangan ini tidak hanya bertujuan untuk mengurangi penumpukan sampah di TPA, tetapi juga untuk menciptakan manfaat ekonomi dan energi bagi masyarakat. “Dengan gotong royong dan kerja cepat, kita dapat mencapai target tersebut,” tutup Zulkifli.

Baca Juga  Albania Lantik Bot AI Jadi Menteri: Jengah dengan Korupsi Pejabat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *