Meritagehighlands.com – Kepergian Zaini Abdullah, mantan Gubernur Aceh yang menjabat dari 2012 hingga 2017, mengundang kesedihan mendalam bagi masyarakat di serambi Mekah. Dikenal sebagai Abu Doto, sosok ini tidak hanya dikenang sebagai pemimpin, tetapi juga sebagai simbol perdamaian, ketenangan, dan kesederhanaan.
Prosesi pemakaman yang berlangsung pada Sabtu, 13 Juni 2023, di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, dihadiri oleh puluhan ribu pelayat. Dari pejabat tinggi, ulama, hingga warga biasa, mereka rela menunggu berjam-jam demi menunaikan salat jenazah sebagai penghormatan terakhir bagi sosok yang telah berkontribusi besar terhadap stabilitas Aceh.
Setelah prosesi di Banda Aceh, jenazah Abu Doto dibawa ke Gampong Rapana, Kecamatan Mutiara, Kabupaten Pidie, yang merupakan kampung halamannya. Di sana, kerinduan masyarakat semakin terlihat. Warga dari berbagai penjuru kabupaten datang menanti kedatangan mantan gubernur mereka. Atas permintaan masyarakat dan keluarga, salat jenazah juga dilakukan kembali di Masjid Teureubue pada malam harinya, menunjukkan besarnya kecintaan publik terhadapnya.
Mirza Marjaya, seorang tokoh masyarakat setempat, mengungkapkan bahwa kehadiran ratusan warga di kediaman orang tua Abu Doto menggambarkan betapa pentingnya sosok ini bagi masyarakat. Proses pemakaman ini juga menjadi momen refleksi bagi masyarakat Aceh tentang kontribusi almarhum.
Abu Doto dimakamkan di kompleks Pesantren Terpadu Hafidh Quran, bersebelahan dengan makam ayahnya, Teungku Abdullah Hanafiah. Hal ini mencerminkan kembali ke akar budaya dan keluarga setelah perjalanan panjangnya, termasuk di luar negeri, demi memperjuangkan nasib bangsanya.