Meritagehighlands.com – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) di Banjarmasin pada Selasa, 23 Juni 2026. Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pekerja migran Indonesia (PMI) melalui pendidikan dan pelatihan yang terintegrasi.
Menteri P2MI, Mukhtarudin, menyatakan bahwa institusi pendidikan tinggi seperti ULM memiliki peran strategis dalam mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan tersertifikasi. Selain itu, ULM juga berfungsi sebagai lembaga edukasi yang memberikan informasi mengenai jalur migrasi yang resmi, sehingga mahasiswa dan masyarakat terhindar dari praktik migrasi non-prosedural.
Kerja sama ini diperluas dengan melibatkan delapan perguruan tinggi lainnya di Kalimantan Selatan. Mukhtarudin menjelaskan bahwa fokus utama dari inisiatif ini adalah untuk memperkuat perlindungan pekerja migran sebelum, selama, dan setelah mereka bekerja, serta memastikan penempatan PMI yang terampil dan profesional.
Di tengah puncak bonus demografi Indonesia, penguatan sistem vokasi dan perlindungan pekerja migran dianggap sangat penting. Mukhtarudin juga mencatat, berdasarkan data SISKOP2MI, total layanan penempatan yang sudah difasilitasi mencapai 439.543. Taiwan, Malaysia, Hong Kong, Jepang, dan Singapura menjadi lima tujuan utama bagi pekerja migran.
Saat ini, masih ada sekitar 234.094 peluang kerja yang belum terisi, menandakan adanya kebutuhan mendesak akan tenaga kerja yang terampil. Rektor ULM, Ahmad Alim Bachri, mengapresiasi kolaborasi ini dan menyebutkan bahwa hadirnya Migrant Center di kampus merupakan langkah maju untuk pengelolaan SDM yang lebih baik di masa depan.