Meritagehighlands.com – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu di Sulawesi Tengah baru saja mengumumkan komitmen investasi sebesar 1,75 miliar dolar Amerika Serikat, atau sekitar Rp20 triliun, yang berkaitan dengan pengembangan ekosistem Battery Energy Storage System (BESS). Perjanjian ini menjadi bagian dari strategi besar untuk menjadikan KEK Palu sebagai pusat bagi ekosistem energi bersih serta hilirisasi di wilayah Timur Indonesia.
Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT Bangun Palu Sulawesi Tengah (BPST), sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang mengelola KEK Palu, dan Aslan Energy Capital (AEC), yang berbasis di Singapura, berlangsung di Jakarta pada hari Rabu. Kerja sama ini meliputi pengembangan Gigafactory BESS beserta fasilitas Liquified Natural Gas (LNG) Hub yang berstandar internasional.
Proyek ini akan dibangun secara bertahap di lahan seluas sekitar 40 hektare di dalam KEK Palu. Untuk tahap awal, gigafactory tersebut ditargetkan memiliki kapasitas produksi 8 GWh per tahun, dengan rencana peningkatan kapasitas menjadi 12 hingga 15 GWh ke depannya. Kehadiran fasilitas ini diharapkan tidak hanya mendukung industri baterai berbasis nikel di Indonesia, tetapi juga memperkuat rantai pasok energi bersih dan kendaraan listrik, baik untuk pasar domestik maupun ekspor ke kawasan ASEAN, Australia, dan Amerika Serikat.
Direktur Utama BPST, Sony Panukma Widianto, menjelaskan bahwa proyek ini bukan sekadar investasi infrastruktur, melainkan juga merupakan langkah transformatif yang akan memberi dampak jangka panjang terhadap kemandirian energi serta daya saing industri nasional. Dengan demikian, KEK Palu diharapkan dapat menjadi percontohan bagi pengembangan energi bersih di Indonesia.