Enam Fakta Perang Terpanjang yang Menyudahi Kekalahan AS di Afghanistan

[original_title]

Meritagehighlands.com – Lima tahun lalu, Taliban berhasil menguasai Kabul, menandai akhir dramatis bagi perang terpanjang dan sangat mahal yang dialami Amerika Serikat di Afghanistan. Peristiwa ini terjadi setelah hampir dua dekade intervensi militer yang dimulai pada 7 Oktober 2001, menyusul serangan teroris 11 September yang menewaskan lebih dari 2.900 orang. Ketika Taliban memasuki ibu kota, pemerintah yang didukung Washington runtuh dengan cepat, menggambarkan kekacauan dan keputusasaan warga sipil yang mencoba melarikan diri melalui bandara.

Mayor Jenderal Chris Donahue diingat sebagai prajurit terakhir yang meninggalkan tanah Afghanistan, simbol dari kekalahan ini. Invasi awal AS di Afghanistan bertujuan menghancurkan al-Qaeda dan Taliban, serta menangkap Osama bin Laden. Namun, setelah dua dekade, banyak yang dinyatakan gagal; kekuatan militer terkuat dunia tidak bisa mengalahkan kelompok yang mayoritas dipersenjatai senjata ringan tersebut.

Kekalahan militer AS memunculkan kritik terhadap tujuan invasi, yang banyak dianggap sebagai proyek pendudukan yang tidak pernah berhasil menjamin stabilitas atau kedaulatan bagi Afghanistan. Meskipun pemerintahan AS berjanji untuk membangun negara yang demokratis, kenyataannya, banyak struktur pemerintahan di negara tersebut sangat bergantung pada dukungan Washington. Hal ini menimbulkan kekecewaan di kalangan politikus lokal, termasuk Hamid Karzai, presiden pertama pasca-Taliban yang semakin kritis terhadap pengaruh AS.

Untuk merayakan kelima tahun kekuasaan mereka di Kabul, Taliban menggelar perayaan di seluruh Afghanistan, melambangkan transisi yang dramatis dari intervensi asing menuju kontrol lokal. Dalam menghadapi kenyataan pahit dari dua dekade konflik yang mahal, perjanjian 29 Februari 2020 antara pemerintahan Donald Trump dan Taliban mengakui tidak ada kemenangan militer yang dapat diraih, membuka jalan bagi penarikan pasukan AS menurut jadwal yang ditetapkan.

Baca Juga  Andra Soni Desak SPMB Banten Terbuka dan Diawasi Ketat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *