Dugaan Plagiasi Dekan FT Unsoed, Dosen Temukan Fabrikasi Paper

[original_title]

Meritagehighlands.com – Dugaan pelanggaran integritas akademik serius tengah mencuat di Fakultas Teknik Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), yang melibatkan seorang guru besar sekaligus Dekan fakultas tersebut. Kasus ini diduga melibatkan pelanggaran plagiasi dan fabrikasi paper, dan telah dilaporkan sejak tahun 2024. Namun, situasi tersebut belum menemukan penyelesaian yang memadai.

Dosen Unsoed, Yanto, mengungkapkan bahwa isu ini berawal pada Mei 2024 ketika ia menerima informasi tentang plagiasi yang diduga dilakukan oleh rekan kerjanya. Yanto mengirimkan laporan kepada Rektor Unsoed serta menembuskan ke Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, namun tak ada tanggapan yang diterima. “Saat itu banyak perhatian terhadap plagiasi, tetapi laporan saya seolah terabaikan,” ujarnya.

Setelah tidak mendapatkan respons di level universitas, Yanto melanjutkan laporannya ke Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi pada Agustus 2025. Inspektorat Jenderal Kemdiktisaintek kemudian melakukan verifikasi lapangan pada September 2025. Hasil audit yang dirilis pada Januari 2026 menyarankan pencabutan gelar guru besar dari pihak yang dituduh.

Namun, kejanggalan muncul ketika pada April 2026 muncul permintaan untuk pemeriksaan ulang. Akhirnya, pada Mei 2026, Kemdiktisaintek menyatakan bahwa dekan tersebut dinyatakan bersih dari tuduhan. Yanto mempertanyakan integritas proses ini, mengingat hasil audit sebelumnya yang berbicara lain.

Yanto menegaskan bahwa temuan pelanggaran yang ia laporkan, berupa fabrikasi dan falsifikasi data, harusnya mendapat perhatian serius agar integritas akademik tetap terjaga. “Ini bukan hal yang sepele, dan sudah seharusnya ada sanksi untuk menjaga marwah institusi pendidikan tinggi,” pungkasnya.

Baca Juga  Jemaah Haji Berangkat ke Arafah, Kemenhaj Ingatkan Larangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *