Meritagehighlands.com – Pemerintah Aceh mengajak Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO) untuk menghadapi tantangan pembangunan di kawasan rawan bencana dengan perencanaan yang adaptif, berkelanjutan, serta berbasis mitigasi risiko. Ajakan ini disampaikan oleh Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, saat pembukaan Musyawarah Provinsi (Musprov) XI INKINDO di Banda Aceh pada Senin.
Nasir menekankan pentingnya perencanaan pembangunan yang mempertimbangkan resiko bencana. “Proses pembangunan harus dirancang lebih adaptif dan memperhatikan mitigasi risiko bencana mengingat Aceh merupakan daerah dengan kerawanan tinggi,” ujarnya. Ia menambahkan, bencana hidrometeorologi yang terjadi di beberapa wilayah Aceh tahun lalu mendorong perlunya desain pembangunan yang lebih tangguh dan aman bagi masyarakat.
Nasir menjelaskan, kerusakan infrastruktur akibat banjir dan longsor telah mengganggu aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, peran konsultan dalam perencanaan pembangunan sangat diperlukan agar pembangunan berjalan aman dan efisien. Ia juga merinci bahwa sektor konstruksi berkontribusi 1,36 persen terhadap pertumbuhan ekonomi Aceh, setelah sektor perdagangan yang mencapai 1,27 persen.
Musprov ini diharapkan menjadi platform strategis untuk memperkuat kontribusi tenaga konsultan dalam mengatasi tantangan pembangunan yang semakin rumit, sehingga mampu menghasilkan kepemimpinan organisasi yang visioner dan berkontribusi signifikan terhadap pembangunan Aceh di masa depan. Nasir berharap anggota INKINDO dapat meningkatkan kapasitas profesional dan beradaptasi dengan regulasi jasa konsultansi yang berkembang.
Pembangunan yang berfokus pada mitigasi risiko bencana dianggap krusial untuk melindungi masyarakat dan lingkungan di Aceh, terutama dalam konteks daerah yang rentan terhadap bencana.