WNI Tertarik Bekerja di Kamboja Karena Banyak Penipuan Online

Meritagehighlands.com – Dalam satu dekade terakhir, citra Kamboja mengalami transformasi signifikan di mata internasional, beralih dari negara yang terkenal dengan situs Warisan Dunia Angkor Wat menjadi episentrum kejahatan siber dan penipuan online di Asia Tenggara. Hingga tahun 2026, laporan mengenai Warga Negara Indonesia (WNI) yang terperangkap dalam sindikat Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kamboja terus bermunculan, meskipun upaya diplomasi telah dilakukan.

Salah satu faktor yang mendasari fenomena ini adalah kondisi di Sihanoukville, yang dulunya dikenal sebagai destinasi wisata pantai. Sejak investasi besar dari Tiongkok mengubahnya menjadi pusat perjudian, larangan perjudian online oleh pemerintah pada 2019 memicu eksodus pekerja kasino. Kekosongan ini dimanfaatkan oleh sindikat kejahatan yang mengubah kompleks kasino menjadi pusat operasi penipuan. Korupsi yang merajalela memperburuk keadaan, dengan laporan internasional menunjukkan keterlibatan pejabat setempat dalam melindungi sindikat dari penegakan hukum.

Dalam konteks ini, istilah “Cyber Slavery” muncul, menggambarkan situasi di mana korban tidak bekerja secara sukarela. Mereka biasanya direkrut dengan iming-iming pekerjaan bergaji tinggi, namun sesampainya di sana, paspor mereka ditahan dan mereka dipaksa melakukan penipuan. Penegakan hukum yang lemah dan ketergantungan ekonomi pada investasi asing membuat pemerintah Kamboja kesulitan untuk menuntaskan masalah ini.

Memasuki tahun 2026, taktik sindikat semakin canggih, dengan penggunaan teknologi seperti Deepfake untuk meningkatkan kepercayaan korban. Selama kesenjangan ekonomi terus ada dan penegakan hukum lemah, Kamboja akan tetap menjadi tempat subur bagi aktivitas penipuan. Waspada menjadi kunci bagi masyarakat, terutama dalam tawaran pekerjaan yang tidak melalui prosedur resmi.

Baca Juga  Konferda dan Konfercab Serentak Perkuat Disiplin PDIP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *