Meritagehighlands.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan imbauan penting terkait potensi peningkatan cuaca ekstrem di berbagai wilayah Indonesia. Berdasarkan analisis terkini, sejumlah daerah, termasuk Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, diperkirakan akan mengalami intensitas hujan yang signifikan menjelang akhir Januari 2026.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa adanya gangguan atmosfer yang terpantau saat ini berpotensi menyebabkan pembentukan awan konvektif yang dapat mengarah pada bencana seperti banjir dan tanah longsor. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat dalam menghadapi kemungkinan cuaca ekstrem tanpa panik.
Menurut Plt. Deputi Bidang Meteorologi, Andri Ramdhani, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kondisi cuaca pekan ini. Salah satu di antaranya adalah Bibit Siklon Tropis 97S yang berada di Samudra Hindia selatan Indonesia. Pergerakannya ke arah barat diharapkan memicu peningkatan pembentukan awan hujan di kawasan tersebut.
Sementara itu, Monsun Asia yang menguat hingga 23 Januari 2026, disertai dengan cuaca dingin dari daratan Asia, turut mempercepat pertumbuhan awan hujan. Kombinasi beberapa fenomena cuaca ini meningkatkan peluang terjadinya hujan lebat, petir, dan angin kencang di sebagian besar wilayah Indonesia.
BMKG meramalkan cuaca ekstrem akan mulai terjadi pada 21 Januari di daerah Bengkulu, Lampung, DKI Jakarta, dan sekitarnya, hingga 24 Januari di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan memantau informasi cuaca terbaru, terutama bagi mereka yang memiliki aktivitas di luar ruangan. BMKG mengajak masyarakat untuk menggunakan aplikasi InfoBMKG dan media sosial resmi untuk mendapatkan pembaruan informasi secara berkala.