Warga Serukan Prioritas Tenaga Kerja Lokal di Pelabuhan Kilo Dompu

[original_title]

Meritagehighlands.com – Masyarakat pemuda di Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, menegaskan perlunya prioritas bagi tenaga kerja lokal dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam pembangunan Pelabuhan Kilo yang dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp85,11 miliar. Koordinator lapangan, Irfan Kilat, menyampaikan dukungan warga terhadap proyek ini, dengan harapan pembangunannya dapat membuka lebih banyak lapangan kerja dan meningkatkan perekonomian lokal.

Pada Selasa (6/10), saat menyampaikan aspirasi di lokasi proyek, Irfan menekankan bahwa pembangunan harus mengedepankan keadilan dan manfaat bagi masyarakat setempat. Pihaknya menginginkan agar pembangunan pelabuhan dapat melibatkan masyarakat Kilo, baik dalam kesempatan kerja maupun peluang usaha bagi UMKM.

Lebih lanjut, Irfan mengungkapkan pentingnya mengedepankan aspek lingkungan dalam proses pembangunan. Ia menekankan bahwa kajian lingkungan harus dilakukan dengan serius agar tidak menimbulkan kerugian bagi warga dan ekosistem di sekitar pelabuhan. Ia berharap pembangunan tidak hanya formalitas administratif, tetapi benar-benar memperhatikan dampak kesejahteraan masyarakat.

Pembangunan Pelabuhan Kilo sendiri dikelola oleh PT Wijaya Inti Nusa Sentosa (WINS) dan diperkirakan akan berlangsung selama 315 hari, mulai 19 Februari hingga 30 Desember 2026. Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Calabai, Prayitno, mengungkapkan kesiapan pihaknya untuk berkoordinasi dengan pelaksana proyek mengenai aspirasi masyarakat. Pertemuan untuk membahas tuntutan warga direncanakan dalam waktu dekat.

Prayitno mengapresiasi gerakan masyarakat yang menuntut perhatian terhadap hak-hak mereka dan pengembangan ekonomi di Kilo, mengajak semua pihak untuk bersama mencari solusi yang saling menguntungkan.

Baca Juga  Pemprov Kaltim dan Kukar Berkolaborasi Ubah Sampah Jadi Listrik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *