Tanda Depresi pada Anak, Waspadai agar Tidak Terlewat oleh Moms

[original_title]

Meritagehighlands.com – Kasus seorang bocah berusia 10 tahun asal Nusa Tenggara Timur yang meninggal dunia telah menjadi sorotan masyarakat Indonesia. Siswa sekolah dasar tersebut dikabarkan mengalami tekanan emosional yang berat akibat kondisi keluarga yang tidak mampu membelikan alat tulis sekolah. Kejadian tragis ini menarik perhatian orang tua untuk lebih memahami depresi pada anak.

Depresi bukan hanya masalah yang dialami oleh orang dewasa; anak-anak juga bisa mengalaminya. Namun, seringkali kondisi ini tidak disadari oleh orang-orang di sekitarnya. Banyak orang tua cenderung menganggap perubahan sikap anak – seperti menarik diri, mudah marah, atau tampak murung – sebagai fase tumbuh kembang atau kelelahan biasa. Hal ini bisa menutupi perasaan sedih, takut, dan putus asa yang mungkin dialami anak.

Anak-anak, berbeda dengan orang dewasa, belum sepenuhnya memahami emosi yang mereka rasakan. Mereka juga tidak tahu cara yang tepat untuk meminta pertolongan saat mengalami kesulitan emosional. Gejala depresi pada anak biasanya muncul dalam bentuk perubahan perilaku, kebiasaan, atau keluhan fisik yang terlihat sepele.

Jika tidak dikenali dan ditangani dengan baik, depresi dapat berdampak signifikan terhadap perkembangan emosi, hubungan sosial, dan prestasi akademik anak. Oleh karena itu, sangat penting bagi orang tua dan masyarakat untuk lebih peka terhadap tanda-tanda depresi pada anak. Pencerahan tentang isu ini diharapkan dapat mencegah lebih banyak kasus serupa di masa depan.

Baca Juga  Gempa M 4,1 Melanda Jambi, Warga Terkejut dan Cemas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *