Meritagehighlands.com – Pemkot Surabaya telah meraih penghargaan sebagai Pemerintah Daerah dengan Dukungan APBD Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Tertinggi. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menekankan bahwa pembangunan kota tidak bisa mengandalkan APBD semata. Oleh karena itu, pemerintah kota berupaya memperkuat kolaborasi dengan sejumlah pihak, termasuk Yayasan Buddha Tzu Chi, Ciputra, dan Baznas Surabaya, untuk mempercepat pelaksanaan program Rutilahu.
Penghargaan ini diberikan pada ajang Expo Konstruksi Jawa Timur 2026 yang berlangsung pada 9 Juni. Berdasarkan data pemerintah, terdapat sekitar 7.196 unit rumah tidak layak huni yang memerlukan penanganan. Pemkot menargetkan penyelesaian 3.242 unit pada tahun 2026 dan sisanya pada tahun 2027, dengan harapan seluruh unit Rutilahu dapat diselesaikan dalam dua tahun ke depan.
Untuk mendukung target tersebut, Dana APBD akan digunakan untuk perbaikan 2.240 unit rumah, sementara 1.002 unit lainnya akan didanai melalui tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Selain itu, pemerintah pusat juga memberikan dukungan melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sebanyak 200 unit.
Eri Cahyadi menjelaskan bahwa fokus perbaikan akan mencakup atap, lantai, dinding, dan jamban, khususnya bagi warga Surabaya berpenghasilan rendah dengan izin lahan yang sah. Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Surabaya, Iman Kristian, menegaskan bahwa penanganan Rutilahu adalah prioritas untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat.
Melalui kerja sama lintas sektor, Pemkot Surabaya berharap dapat memperluas cakupan penanganan Rutilahu dan meningkatkan kualitas hidup warga. Ke depannya, partisipasi dari lebih banyak lembaga melalui CSR akan sangat diharapkan agar tujuan program dapat tercapai lebih cepat.