Meritagehighlands.com – Militer Amerika Serikat (AS) sedang menyiapkan rencana serangan intensif selama tiga hari terhadap Iran. Menurut laporan dari The New York Times, target utama dari serangan ini mencakup fasilitas militer Iran, khususnya yang terkait dengan kemampuan rudal dan drone, serta markas Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Rencana tersebut masih menunggu persetujuan dari pihak berwenang, dan detail mengenai waktu dan cakupan operasi belum dapat dipastikan.
Keputusan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran. Dalam beberapa bulan terakhir, Presiden AS Donald Trump telah menolak lima usulan operasi militer besar terhadap Iran maupun kelompok Houthi, mempertimbangkan apakah langkah tersebut akan mempengaruhi sikap Teheran secara signifikan. Di sisi lain, beberapa penasihat berpendapat bahwa serangan singkat dan intensif bisa lebih efektif dalam menekan perekonomian Iran yang tengah mengalami kesulitan.
Di waktu yang sama, Pentagon tetap bersiap untuk kemungkinan pelaksanaan operasi tempur yang lebih besar. Menurut laporan dari Axios, Komando Pusat AS (CENTCOM) telah diinstruksikan untuk mempersiapkan operasi yang menyasar fasilitas energi, infrastruktur, serta lokasi yang berhubungan dengan program nuklir Iran.
Situasi ini menambah kompleksitas dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah, di mana kemungkinan operasi militer AS dapat berdampak lebih luas, tidak hanya pada Iran tetapi juga stabilitas regional. Dengan latar belakang ketegangan ini, langkah-langkah diplomatik tetap menjadi harapan untuk mencegah konflik terbuka yang lebih besar.