Ramadan Ajak Pemulihan Ekonomi Aceh Tamiang Setelah Banjir

[original_title]

Meritagehighlands.com – Bulan Ramadan menjadi kesempatan penting bagi warga Aceh Tamiang untuk membangkitkan ekonomi mereka setelah bencana banjir yang melanda daerah tersebut pada akhir November 2025. Salah satu pedagang, Lilis (50), mengungkapkan bahwa bisnis lincah mameh—es rujak manis khas Aceh—mendapat respon positif selama bulan suci ini. Ia berjualan di Pasar Simpang Upah, dan menyatakan, “Alhamdulillah jualannya laris, ini memang satu-satunya bisnis saya.”

Lilis menjelaskan bahwa selama Ramadan, lincah mameh merupakan kuliner yang paling diminati. Pasalnya, ia dan keluarganya mengandalkan penjualan makanan ini untuk meraih pemasukan setelah rumah mereka terkena dampak banjir. “Bangunannya masih ada, tapi isinya hanyut semua,” tuturnya.

Dalam satu hari, Lilis mencatat pendapatan Rp1,2 juta dari penjualannya. Selain itu, ia mengapresiasi kebijakan pemerintah yang memberikan keringanan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang terdampak bencana, termasuk penundaan pembayaran pinjaman.

Hal senada juga disampaikan oleh Yatini, pedagang yang menjual beragam hidangan takjil. Ia mendapatkan modal dari menantunya dan berharap dapat memanfaatkan Ramadan untuk membangkitkan ekonomi keluarga. Yatini memperkirakan perolehannya sekitar Rp1 juta dari penjualannya.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Aceh Tamiang, Ibnu Azis, melaporkan bahwa 98 persen UMKM di daerah tersebut telah kembali aktif setelah bencana. Ia juga menyebutkan rencana sosialisasi mengenai pinjaman KUR untuk mendukung pemulihan ekonomi masyarakat.

Baca Juga  Bahlil Instruksikan BPH Migas Tingkatkan Kuota BBM Subdisi Papua

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *