Meritagehighlands.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa pelebaran defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 hampir mencapai batas 3 persen tidak berdampak negatif pada sentimen pasar saham. Dalam pernyataan yang diungkapkan di Jakarta, Purbaya menegaskan bahwa defisit sementara tercatat sebesar Rp695,1 triliun atau 2,92 persen dari produk domestik bruto (PDB) per 31 Desember 2025.
Realisasi ini lebih besar dibandingkan dengan target awal yang ditetapkan sebesar 2,53 persen, serta proyeksi laporan semester yang mencapai 2,78 persen. Meskipun mendekati batas yang ditentukan oleh undang-undang, Purbaya menjelaskan bahwa pencapaian ini menunjukkan kemampuan Indonesia dalam menerapkan kebijakan fiskal yang countercyclical tanpa melanggar prinsip kehati-hatian.
Situasi ekonomi nasional pada tahun 2025 mengalami gejolak yang cukup signifikan. Di saat yang bersamaan, pemerintah mengimplementasikan langkah mitigasi yang dinilai positif oleh Bank Dunia. Purbaya juga menekankan pentingnya stimulus fiskal untuk mengatasi kondisi ekonomi yang memburuk, terutama memasuki triwulan III 2025.
Di sisi lain, pasar modal Indonesia mengalami tekanan yang terlihat dari penutupan perdagangan (trading halt) pada 28 dan 29 Januari, ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan hingga 8 persen. Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman mengumumkan pengunduran dirinya sebagai respon dari kondisi ini, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana menunjuk pelaksana tugas untuk menjaga stabilitas operasional BEI.