Meritagehighlands.com – Penggunaan obat kuat untuk menunjang performa seksual banyak menjadi perhatian di kalangan pria, terutama terkait potensi ketergantungan. Hal ini disampaikan oleh dr. Jefry Tribowo, seorang dokter spesialis andrologi, yang menekankan bahwa mitos ini tidak berdasar. Menurutnya, penurunan fungsi ereksi setelah menghentikan penggunaan obat lebih berkaitan dengan masalah kesehatan yang mendasari, bukan akibat dari kecanduan obat.
Dalam sebuah video di platform media sosial, dr. Jefry menjelaskan bahwa obat ereksi berfungsi dengan meningkatkan aliran darah ke penis, sehingga membantu pria yang mengalami disfungsi ereksi. Namun, ia menegaskan bahwa obat ini tidak menyelesaikan penyebab utama gangguan tersebut. Oleh karena itu, ketika fungsi ereksi menurun pasca-penghentian obat, hal ini seringkali merupakan indikasi bahwa penyebab masalah kesehatan asli masih perlu ditangani.
Sebagian besar kekhawatiran datang dari pria lansia yang takut obat-obatan ini akan menyebabkan ketergantungan yang justru menghambat kemampuan ereksi mereka saat berhenti mengonsumsinya. “Ini perlu diluruskan. Obat ereksi tidak menyebabkan ketergantungan,” ujarnya, menekankan pentingnya pemahaman yang benar mengenai fungsi dan efek samping dari obat tersebut.
Dengan meningkatnya pemakaian obat ini, penting bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi yang akurat agar tidak terjebak dalam mitos yang bisa menghambat penanganan kondisi disfungsi ereksi. Penyuluhan dan edukasi mengenai kesehatan seksual menjadi kunci untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman di kalangan pria dalam menggunakan obat yang sesuai.