Minyak 3 Miliar Barel Hilang, Harga Brent Bisa Capai USD200

[original_title]

Meritagehighlands.com – Guncangan besar sedang melanda pasar energi global, di mana total pasokan minyak mentah mencapai 3 miliar barel lenyap akibat konflik antara AS dan Iran. CEO Saudi Aramco, Amin Nasser, memperingatkan bahwa krisis ini telah menyebabkan kehancuran pasokan selama hampir delapan bulan, setara dengan satu bulan penuh konsumsi minyak global.

Dalam wawancara yang ditayangkan oleh Al Arabiya Business, Nasser menjelaskan dampak dari penutupan Selat Hormuz yang terjadi sejak awal konflik pada Februari lalu. Penutupan ini sempat meningkatkan harga minyak hingga 50%. Meskipun pemulihan ekspor di kawasan Teluk telah mencapai 80% dari tingkat sebelum perang, serangan berkelanjutan terhadap armada kapal dan fasilitas energi oleh kelompok Houthi di Selat Bab el-Mandeb masih menjaga pasar dalam keadaan tegang.

Saat ini, harga minyak acuan Brent berada di kisaran USD112 per barel. Namun, Nasser menyatakan bahwa harga ini masih dapat dikendalikan berkat tiga benteng darurat, salah satunya adalah Pipa East-West milik Aramco, yang menghubungkan secara langsung ke Laut Merah, memintas Selat Hormuz.

Kondisi ini menunjukkan betapa rentannya pasar energi global terhadap kejadian geopolitik yang berpotensi berkepanjangan. Situasi ini memicu kekhawatiran di kalangan analis bahwa harga minyak bisa menembus USD200 per barel jika ketegangan terus meningkat. Para pihak yang berkepentingan di pasar energi disarankan untuk tetap memantau perkembangan situasi ini dengan cermat dan mempersiapkan diri menghadapi fluktuasi yang mungkin terjadi.

Baca Juga  Indonesia vs Irak: Rizky Ridho Temani Jay Idzes di Laga Kluivert

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *