Meritagehighlands.com – Program Bedah Rumah yang dipimpin Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bertujuan untuk tidak hanya memperbaiki rumah, tetapi juga memberdayakan ekonomi masyarakat. Dalam tinjauannya di Jakarta pada hari Sabtu, Maruarar menekankan pentingnya memberikan bantuan yang komprehensif, termasuk penyelesaian masalah sertifikasi tanah serta dukungan bagi usaha kecil.
Program ini merupakan bagian dari strategi Presiden Prabowo Subianto untuk membangun dan merenovasi tiga juta rumah. Maruarar menjelaskan bahwa partisipasi masyarakat sangat penting agar bantuan yang diberikan tepat sasaran. Salah satu rumah yang ditinjau adalah milik Ester, seorang warga yang hidup dalam kondisi tidak layak huni. Menurut Maruarar, penilaian kondisi rumah dan status ekonomi penghuni sangat krusial untuk menentukan siapa saja yang berhak menerima bantuan.
Selain perbaikan rumah, program ini juga mengatasi persoalan sertifikasi tanah bagi mereka yang memenuhi syarat dan menyediakan bantuan usaha. Maruarar mencatat peran PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dalam mendukung usaha kecil. Ia menjelaskan bahwa pemerintah telah menurunkan suku bunga pembiayaan PNM dari 22% menjadi 8%, untuk mempermudah akses pembiayaan bagi pelaku usaha kecil.
Menurut data Kementerian PKP, total capaian pembangunan dan renovasi rumah dari Januari 2025 hingga 15 Oktober 2026 mencapai 1,79 juta unit, terdiri dari 1,1 juta unit rumah yang dibangun dan 686 ribu unit yang direnovasi. Capaian ini merupakan hasil kolaborasi dengan semua pihak terkait, sesuai dengan target peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui perumahan yang layak.