Kunci Hunian Vertikal Terjangkau: Pentingnya Ekosistem

[original_title]

Meritagehighlands.com – Pembangunan hunian vertikal terjangkau diimbau untuk memperhatikan pengembangan ekosistem komunitas yang mendukung, agar masyarakat tidak hanya sekadar memiliki tempat tinggal, tetapi juga merasakan kenyamanan dan kehidupan sosial yang baik. Hal ini disampaikan oleh Wakil Dekan Riset NUS Business School, Prof. Sing Tien Foo, dalam sebuah konferensi di Singapura.

Prof. Tien Foo menegaskan bahwa membangun rumah secara fisik bukanlah satu-satunya aspek penting. Dalam wawancaranya, ia menggarisbawahi perlunya adanya infrastruktur lain seperti sekolah dan fasilitas publik untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik. Pengalaman Singapura dalam menghadapi tantangan pemindahan masyarakat dari kampung ke kawasan perumahan bukti nyata pentingnya integrasi sosial dalam desain perumahan.

Dalam sejarah, sebagian besar hunian tradisional di Singapura kurang memadai dalam aspek sanitasi dan akses air bersih. Pembatasan lahan mendorong pembangunan vertikal, di mana pemerintah merancang kota-kota satelit untuk menyediakan tempat tinggal yang layak. Dalam upayanya, pemerintah tidak hanya fokus pada penyediaan rumah, tetapi juga pada pembentukan komunitas yang harmonis melalui kebijakan kuota etnis. Kebijakan ini ditujukan untuk menghindari segregasi berdasarkan etnis dalam perumahan publik.

Pentingnya penyediaan hunian berkualitas juga berhubungan dengan mobilitas sosial antargenerasi. Penelitian menunjukkan bahwa sekitar 60 persen generasi anak dari penghuni perumahan publik mampu meningkatkan kualitas hunian mereka dibanding orangtua. Selain itu, pemerintah Singapura telah aktif melakukan pengadaan lahan untuk kepentingan publik, menjadikan lebih dari 80 persen lahan kini dihuni oleh pemerintah untuk merangsang pembangunan.

Namun, tantangan tetap ada, terutama bagi negara lain yang tidak memiliki fleksibilitas sama dalam pengadaan lahan, seperti Hong Kong, yang kesulitan meyakinkan masyarakat untuk pindah ke lokasi yang lebih jauh dari pusat aktivitas ekonomi.

Baca Juga  Hukum Sepekan: Kasus YouTuber Resbob dan OTT Bupati Lampung Tengah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *