Jakarta Dilanda Banjir: 5 Fakta Penting 8 Maret 2026

[original_title]

Meritagehighlands.com – Banjir melanda sejumlah wilayah di Jakarta setelah hujan deras mengguyur kota ini sepanjang malam. Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat, pada Minggu siang, banjir mempengaruhi 148 RT dan 20 ruas jalan, dengan ketinggian air mencapai 150 cm.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menjelaskan bahwa curah hujan hari itu mencapai 264 mm, tergolong sangat tinggi. Beberapa titik di Jakarta telah dilakukan upaya pompa air untuk mengurangi genangan. Namun, mereka juga menghadapi kemungkinan air dari daerah penyangga seperti Bogor dan Tangerang yang ikut mengalir ke Jakarta.

Pramono menyatakan bahwa Pemprov DKI telah menyiapkan 1.200 pompa guna membantu mengendalikan banjir, terutama di daerah rawan seperti Jalan Daan Mogot. Meski sudah ada langkah-langkah untuk memompa air, kawasan tersebut tetap mengalami genangan.

Selanjutnya, dia menekankan pentingnya normalisasi tiga sungai, Ciliwung, Cakung Lama, dan Krukut, sebagai langkah untuk mengurangi risiko banjir di masa mendatang. Proyek normalisasi diharapkan akan selesai pada tahun 2027. Namun, Pramono mengakui bahwa menghilangkan banjir sepenuhnya di Jakarta adalah tantangan, mengingat permukaan air laut kini lebih tinggi dibanding permukaan tanah di kota ini.

Hujan juga mengakibatkan terendamnya Underpass Mampang Prapatan, yang menyebabkan penutupan akses jalan sementara. Petugas Damkar berupaya mengatasi genangan sejak pagi dan kini akses kembali dibuka setelah air surut. Selain itu, tim Brimob Polda Metro Jaya dikerahkan untuk mengevakuasi warga, termasuk anak-anak dan lansia, dari wilayah yang terendam. Proses evakuasi berjalan lancar berkat koordinasi yang baik di lapangan.

Baca Juga  Obat Herbal Berbahaya Ditemukan di Bandung Karena Bahan Kimia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *