Meritagehighlands.com – Iran telah menghentikan serangan militer balasan terhadap Israel, menyatakan bahwa “balasan yang menyakitkan” telah disampaikan sebagai dukungan bagi rakyat Lebanon yang tertindas. Pengumuman ini disampaikan oleh Angkatan Bersenjata Iran pada hari Senin, menyusul serangkaian serangan rudal yang dilancarkan oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) pada hari sebelumnya.
Dalam pernyataannya, militer Iran menekankan bahwa penghentian operasi ini dilakukan setelah mereka memberikan respons terhadap apa yang mereka sebut “kekejaman dan kejahatan” oleh rezim Zionis di Lebanon selatan, khususnya di daerah Dahiyeh. Militer Iran turut menyoroti dukungan yang diberikan oleh Amerika Serikat kepada Israel dalam konteks konflik ini.
“Rezim Zionis dan sekutunya perlu mempelajari pelajaran dari balasan ini,” ungkap pernyataan tersebut. Penyerangan yang dilakukan oleh IRGC pada hari Minggu berfokus pada Pangkalan Udara Ramat David di utara Israel, yang dianggap sebagai titik awal agresi terhadap Lebanon. Iran menggambarkan langkah tersebut sebagai respons terhadap “kejahatan yang meluas” yang dilakukan oleh Israel, termasuk pembunuhan dan pengusiran warga sipil di wilayah Lebanon selatan.
Langkah ini menyoroti ketegangan yang terus berlanjut antara Iran dan Israel, yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Keduanya saling menuduh dalam konteks serangan yang dilakukan dengan dampak bagi warga sipil. Sementara itu, situasi di Lebanon tetap dalam perhatian, mengingat kompleksitas konflik yang berkaitan dengan negara-negara di sekitarnya dan dinamika internasional yang lebih luas.