Ekspor China ke Iran Turun 52% akibat Perang di 2026

[original_title]

Meritagehighlands.com – Ekspor China ke Iran mengalami penurunan drastis sebesar 52% pada periode Januari hingga Juli 2026, dengan nilai mencapai USD 1,9 miliar dibandingkan USD 4 miliar pada tahun sebelumnya. Data ini disampaikan oleh kepabeanan China dan menunjukkan dampak negatif dari konflik yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Iran terhadap hubungan perdagangan antara kedua negara.

Penurunan ekspor paling signifikan terjadi pada triwulan pertama 2026, di mana terjadi penurunan mencapai 90%. Nilai ekspor anjlok dari USD 690 juta pada Januari menjadi hanya USD 72 juta pada Maret, bersamaan dengan serangan udara yang dilakukan oleh AS dan Israel serta sanksi yang diterapkan, yang menghambat penerimaan dan pembayaran barang impor oleh Iran.

China dikenal sebagai salah satu pemasok utama bagi Iran untuk berbagai sektor, termasuk mesin, peralatan industri, dan bahan kimia. Penurunan impor barang dari China, yang lebih dari USD 2 miliar, berdampak negatif pada industri Iran dengan berkurangnya persediaan serta keterlambatan dalam pemeliharaan dan produksi.

Menurut laporan Iran International, perdagangan nonmigas antara Iran dan China juga mengalami penurunan signifikan, hanya mencapai USD 830 juta dalam periode Maret hingga Juni 2026, dibandingkan USD 3,3 miliar pada tahun sebelumnya. Hal ini mencerminkan dampak luas dari gangguan perdagangan terhadap perekonomian Iran.

Situasi ini semakin diperparah dengan pernyataan dari Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, yang mengindikasikan rencana untuk menerapkan sanksi tambahan terhadap Iran setiap pekan, termasuk di sektor perbankan. Selain itu, blokade laut AS turut berkontribusi pada penurunan impor minyak China dari Iran, dengan angka impor minyak mentah Iran yang tercatat sekitar 534.000 barel per hari hingga Agustus.

Baca Juga  Lansia di Bandung Selamat dari Serangan Tembakan Pria Ojol

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *