Meritagehighlands.com – Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo, mendukung penerapan sertifikasi pada gudang dan penggilingan padi yang bermitra dengan Bulog. Langkah ini bertujuan untuk memastikan kualitas beras serta memperkuat pengelolaan cadangan pangan nasional. Firman menyatakan, kebijakan harga pembelian pemerintah yang baru memungkinkan petani merasa nyaman menjual gabah ke Bulog, yang kini memiliki stok beras cadangan lebih dari 5 juta ton.
Dalam pernyataannya di Jakarta usai Sidang Tahunan MPR RI, Firman menekankan pentingnya sertifikasi bagi penggilingan padi untuk meningkatkan kualitas beras selama penyimpanan. Ia menjelaskan, meningkatnya serapan gabah dengan harga pembelian pemerintah sebesar Rp6.500 per kilogram, turut mendorong peningkatan stok beras nasional. Namun, pengawasan kualitas harus terus dilakukan untuk mencegah kerusakan beras.
Firman menjelaskan bahwa pemberian sertifikasi bertujuan memperbaiki pengelolaan beras dan meningkatkan disiplin di kalangan mitra Bulog. Dia menekankan perlunya standar minimal agar kualitas beras terjamin, sehingga tidak menimbulkan kerugian pada pengelolaan cadangan pangan pemerintah. Surat usulan sertifikasi ini telah diajukan, dan diharapkan pelaksanaannya dapat memperkuat pengawasan kualitas beras secara berkelanjutan.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, sebelumnya juga telah menegaskan bahwa seluruh penggilingan padi mitra maklon diwajibkan untuk bersertifikasi mulai tahun 2027. Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan standar mutu penggilingan padi, memastikan semua mitra mampu memenuhi persyaratan kualitas nasional. Dengan demikian, penggilingan yang tidak lolos sertifikasi tidak akan dapat menjalin kerja sama dengan Bulog.