Banjarbaru Dilanda Asap, Kasus ISPA dan Pneumonia Meningkat

[original_title]

Meritagehighlands.com – Kota Banjarbaru, ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan, saat ini tengah menghadapi masalah serius akibat kabut asap yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pemerintah setempat telah mengeluarkan imbauan bagi masyarakat untuk mengenakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan demi menghindari dampak negatif asap yang dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) dan pneumonia.

Menurut Kepala Bidang Penegakan Hukum dan Pengendalian Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Banjarbaru, Akhmad Arie Wijaya Abdur, kondisi kualitas udara di kota ini semakin memburuk, meskipun dalam beberapa hari terakhir mulai menunjukkan perbaikan. Langkah-langkah preventif telah diterapkan, termasuk pengurangan aktivitas di luar ruangan dan peningkatan imunitas tubuh bagi warga.

Data dari RSUD Idaman Banjarbaru menunjukkan lonjakan kasus ISPA dan pneumonia yang signifikan. Pada Juni 2026, terdapat 174 kasus ISPA dan 115 kasus pneumonia, sementara hingga pertengahan Juli, angka tersebut terus meningkat menjadi 116 kasus ISPA dan 65 kasus pneumonia. Humas RSUD, Muhammad Abrar, menjelaskan bahwa kemarau kering dan kabut asap adalah faktor utama peningkatan kasus kesehatan ini.

Kualitas udara di Banjarbaru pun dinyatakan tidak sehat. Laporan dari Stasiun Klimatologi Kalsel mencatat konsentrasi PM 2.5 yang terkadang mencapai angka 60.2 µgram/m3, masuk kategori tidak sehat. Berbagai wilayah di Kalimantan Selatan, seperti Hulu Sungai Selatan dan Tanah Laut, juga mengalami masalah serupa.

Petugas dari BPBD Kalsel terus berupaya memadamkan titik-titik api untuk memperkecil penyebaran asap yang mengganggu aktivitas masyarakat. Upaya ini menjadi sangat penting dalam menjaga kesehatan dan keselamatan warga Banjarbaru.

Baca Juga  Inter Milan Kalah Dari Udinese Dalam Pertandingan Kandang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *