Bahlil Instruksikan BPH Migas Tingkatkan Kuota BBM Subdisi Papua

[original_title]

Meritagehighlands.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia telah memerintahkan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) untuk meningkatkan kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Papua dan Aceh. Dalam rapat kerja bersama Komisi XII di Jakarta, Bahlil menekankan pentingnya memastikan pasokan yang mencukupi bagi masyarakat di daerah tersebut.

Bahlil menyatakan bahwa sejak saat itu, BPH Migas harus segera menambah kuota BBM bersubsidi, termasuk solar dan Pertalite, tanpa ada kekurangan cadangan di Papua. BBM bersubsidi ini merupakan bagian dari mandat pemerintah kepada Pertamina, dengan harga Pertalite ditetapkan Rp10 ribu per liter dan biosolar Rp6.800 per liter.

Permintaan tersebut muncul setelah mendengar keluhan dari anggota Komisi XII, Cheroline Chrisye Makalew, terkait antrean panjang pembelian BBM di Kabupaten Manokwari, Papua Barat. Cheroline menjelaskan bahwa meski kuota BBM bersubsidi sempat ditambah dari 10 kiloliter (KL) menjadi 15 KL pada November 2022, penambahan tersebut hanya berlangsung selama dua minggu.

Dari data yang ada, antrean panjang BBM terus berlanjut hingga saat ini, meskipun sebelumnya sempat terputus. Untuk itu, Cheroline meminta penambahan kuota yang diusulkan menjadi permanen, serta menambah jumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dari dua menjadi tiga.

Keputusan ini diharapkan dapat mengurangi lama antrean dan meningkatkan akses masyarakat terhadap bahan bakar bersubsidi. Bahlil berkomitmen untuk memberikan perhatian lebih terhadap wilayah-wilayah yang berkontribusi pada kesatuan negara.

Baca Juga  Konferda dan Konfercab Serentak Perkuat Disiplin PDIP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *