Alarm Siap Dijaga Pemkab Bekasi untuk Stabilkan Harga Bahan Pokok

[original_title]

Meritagehighlands.com – Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, tengah mengembangkan sistem pemantauan digital untuk mendeteksi dini gejolak harga bahan pokok. Inisiatif ini bertujuan untuk mengendalikan inflasi di daerah tersebut. Kepala Bidang Bahan Pokok Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi, Helmy Yenti, menjelaskan bahwa sistem ini merupakan penyempurnaan dari yang telah diterapkan sejak 2018, memungkinkan pemantauan harga dan pengendalian inflasi dilakukan lebih cepat.

Sistem tersebut mengintegrasikan data pemantauan harga dari pasar dan laporan stok distributor, sehingga pemerintah dapat mendeteksi lebih awal potensi kelangkaan barang yang dapat memicu kenaikan harga. Dengan adanya informasi mengenai penurunan stok, pemerintah dapat antre untuk melakukan intervensi sebelum terjadi lonjakan harga.

Saat ini, pengujian integrasi sistem telah mencapai 85 persen dan ditargetkan beroperasi penuh dalam dua bulan. Sistem ini mencakup dua modul; modul publik untuk pemantauan harga yang dapat diakses masyarakat, dan modul internal yang menyimpan laporan stok distributor. Data stok bersifat rahasia agar tidak dipublikasikan, namun tetap terintegrasi untuk analisis internal.

Melalui sistem ini, Dinas Perdagangan menargetkan respons terhadap isu harga dan ketersediaan barang dapat dipangkas dari enam hari menjadi hanya dua hari. Hal ini penting agar pemerintah dapat cepat bertindak ketika terjadi gangguan. Selain itu, sistem diharapkan memberikan informasi harga yang akurat kepada masyarakat, sehingga dapat mencegah kepanikan dan penyebaran informasi yang tidak benar ketika terdapat isu kenaikan harga.

Dinas Perdagangan juga berencana memasukkan modul pemantauan harga dalam aplikasi di Play Store, memudahkan masyarakat mengakses informasi terkini mengenai harga bahan pokok. Harapannya, sistem ini bisa menjadi alat efektif bagi pemerintah dalam menjaga stabilitas harga di Kabupaten Bekasi.

Baca Juga  Wamendagri Ajak Pemda NTT Tingkatkan Inovasi Daerah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *