Hormati Pakar, Namun Ada Hal yang Perlu Diluruskan

[original_title]

Meritagehighlands.com – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi tema utama diskusi yang dipimpin oleh Menteri Pertahanan Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (24/9). Dalam pertemuan tersebut, Prabowo mengundang para pakar dan akademisi untuk memberikan masukan dalam menentukan langkah-langkah strategis menghadapi masalah ini, khususnya di lahan gambut.

Prabowo mengawali forum dengan mengajukan tiga pertanyaan penting. Pertama, ia menekankan pentingnya penguatan regulasi, terutama mengenai celah hukum yang mengizinkan pembakaran lahan. “Ada delapan perda di kabupaten yang mengizinkan pembakaran hingga dua hektar, yang menurut saya adalah kebijakan yang tidak tepat,” ungkapnya.

Selanjutnya, Prabowo menunjukkan komitmennya untuk menertibkan perusahaan pelanggar ketentuan terkait penanganan kebakaran. Ia meminta para pakar memberikan saran mengenai langkah-langkah efektif untuk mencegah terjadinya karhutla. “Perusahaan wajib memenuhi ketentuan seperti melengkapi 5 hektar lahan dengan menara pemadam dan tim pemadam kebakaran yang memadai,” jelasnya.

Dalam diskusi, Prabowo juga membahas potensi ekonomi dari lahan gambut. Ia bertanya kepada peserta apakah lahan gambut bisa dikelola secara produktif, misalnya dengan penanaman tanaman. Ia berharap agar masukan dari para pakar dapat membantu pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang efektif.

Menteri Pertahanan ini menegaskan rasa hormatnya kepada kalangan akademisi, serta menegaskan bahwa kolaborasi dengan pakar adalah kunci sukses dalam menyelesaikan masalah ini. “Saya selalu mencari pakar dalam setiap keputusan,” pungkas Prabowo.

Baca Juga  Reaksi Raja Charles Terhadap Wafatnya Putri Diana Terungkap

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *