Lapas Banjarmasin Kembangkan Budidaya Lobster Red Claw

[original_title]

Meritagehighlands.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin di Kalimantan Selatan menciptakan peluang baru dalam bidang perikanan melalui pengembangan budidaya lobster air tawar jenis Red Claw. Sebanyak 80 ekor bibit lobster diperkenalkan di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) 2 sebagai bagian dari upaya diversifikasi usaha untuk memperkuat ketahanan pangan.

Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menyatakan bahwa proyek ini merupakan langkah inovatif untuk memperluas jangkauan komoditas perikanan yang selama ini telah dilakukan, termasuk budidaya ikan lele, nila, patin, gurame, dan papuyu. Dengan prospek nilai jual yang tinggi, lobster air tawar diperkirakan akan menawarkan peluang pasar yang terus berkembang dan menjadi unit usaha produktif bagi warga binaan.

Di samping manfaat ekonomi, program ini juga bertujuan untuk memberikan keterampilan baru bagi para narapidana, yang diharapkan dapat digunakan untuk berwirausaha setelah kembali ke masyarakat. Kegiatan diri dalam budidaya lobster ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas program pembinaan serta memperkenalkan teknik yang esensial dalam budidaya dan pemeliharaan.

Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Bagus Paras Etika, menambahkan bahwa budidaya lobster Red Claw adalah bagian dari pengembangan program pembinaan kemandirian. Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan tantangan baru sekaligus menghimpun peningkatan kapasitas ekonomi para warga binaan dengan dukungan pemeliharaan yang baik.

Upaya ini diharapkan tidak hanya mendiversifikasi sumber pendapatan, tetapi juga menjadi sarana pendidikan praktis yang membantu para narapidana mempersiapkan diri untuk kembali ke kehidupan normal dengan keterampilan yang baru.

Baca Juga  Batas Waktu Mandi Wajib Saat Puasa dan Bacaan Niatnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *