Mengenal Glaukoma: Gejala, Risiko, dan Variasi Penyakitnya

[original_title]

Meritagehighlands.com – Glaukoma merupakan penyakit mata yang berbahaya karena dapat menyebabkan kerusakan saraf optik secara progresif dan berpotensi mengakibatkan kehilangan penglihatan permanen. Penyakit ini biasanya dipicu oleh peningkatan tekanan di dalam bola mata yang normalnya berkisar antara 10 hingga 21 mmHg. Ketika tekanan tersebut meningkat, saraf optik dapat mengalami kerusakan secara perlahan, membuat lapang pandang penderita semakin menyempit.

Penyakit ini dapat dialami oleh siapa saja, tetapi lebih umum terjadi pada individu yang berusia di atas 40 tahun. Secara global, glaukoma menjadi salah satu penyebab utama kebutaan setelah katarak. Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah oleh peneliti Tham Y.C., jumlah penderita glaukoma di dunia diperkirakan mencapai 76 juta orang pada tahun 2020. Angka ini diprediksi akan melonjak menjadi sekitar 111,8 juta pada tahun 2040 sejalan dengan pertumbuhan populasi dan peningkatan usia harapan hidup.

Salah satu tantangan utama dalam penanganan glaukoma adalah bahwa banyak kasus tidak terdeteksi pada tahap awal, karena penyakit ini sering berkembang tanpa gejala. Banyak penderita baru mengetahui tentang kondisinya setelah mengalami kerusakan penglihatan yang cukup parah. Di Indonesia, data dari Kementerian Kesehatan pada tahun 2023 menunjukkan bahwa prevalensi glaukoma mencapai sekitar 0,46 persen, atau sekitar 4 hingga 5 orang dari setiap 1.000 penduduk.

Dengan semakin meningkatnya jumlah kasus, penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kesadaran mengenai glaukoma, terutama pentingnya pemeriksaan mata secara rutin untuk deteksi dini yang dapat mencegah kerusakan lebih lanjut.

Baca Juga  Gempa M 3,4 Guncang Wilayah Gunungkidul Tanpa Kerusakan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *