Dukungan Ilmiah Diperlukan untuk Pilkada Tak Langsung

[original_title]

Meritagehighlands.com – Pilkada melalui DPRD atau pemilihan tidak langsung dinilai dapat menekan praktik politik uang, namun argumen tersebut masih perlu didukung oleh data ilmiah. Dr. Mada Sukmajati, dosen Departemen Politik dan Pemerintahan Fisipol Universitas Gadjah Mada, menyatakan bahwa klaim bahwa mekanisme ini lebih murah dan dapat mengurangi korupsi belum terbukti secara ilmiah.

Dalam siaran pers yang disampaikan pada Senin (19/1), Mada menegaskan bahwa narasi mengenai tingginya biaya politik yang disampaikan oleh partai-partai seharusnya tidak dijadikan asumsi tanpa bukti. Ia menilai, simulasi empiris diperlukan untuk melihat apakah klaim tersebut benar adanya. Menurut Mada, banyak anggapan bahwa pendekatan ini dapat menghindarkan dari korupsi politik hanyalah spekulasi belaka.

Mada mengingatkan bahwa skema pemilihan melalui DPRD dapat memperkuat oligarki dan sistem politik kartel. Ia mencurigai adanya agenda tersembunyi yang berpotensi membatasi partisipasi masyarakat dalam pemilihan. Data dari penelitian kolaboratif mengenai kampanye Pilkada 2024 menunjukkan bahwa alokasi dana untuk politik uang mencapai 26 persen, menunjukkan bahwa masalah ini tidak bisa diabaikan.

Selain itu, Mada memperingatkan bahwa pemilihan melalui DPRD dapat menghalangi generasi muda dan kelompok marginal untuk berpartisipasi dalam politik. Dengan kepala daerah yang dipilih oleh DPRD, maka mereka akan lebih berpihak kepada elit politik ketimbang masyarakat umum.

Sebagai alternatif, Mada merekomendasikan perbaikan tata kelola politik dan penguatan transparansi dalam pendanaan kampanye. Ia juga mengusulkan penerapan Pilkada langsung yang lebih progresif untuk memastikan partisipasi masyarakat yang lebih luas.

Baca Juga  Kemnaker Sanksi Perusahaan yang Pekerjakan 583 TKA Ilegal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *