Meritagehighlands.com – Pengelolaan air yang tepat menjadi kunci dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (Ditjen LIP) aktif melakukan pembangunan serta rehabilitasi jaringan irigasi untuk mencapai swasembada beras secara berkelanjutan. Dalam keterangan resminya, Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Hermanto menegaskan pentingnya penggunaan air secara efisien untuk meningkatkan produktivitas pertanian.
Pemerintah Indonesia kini tengah mengoptimalkan irigasi melalui koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum, mengutamakan perbaikan jaringan irigasi yang rusak. Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 mendorong perbaikan signifikan terhadap infrastruktur irigasi, dengan target rehabilitasi daerah irigasi yang kurang optimal.
Hermanto mengungkapkan, pada tahap pertama Inpres tersebut, realisasi telah mencapai 99,93 persen dari target 280.880 hektare. Tahap selanjutnya menargetkan 225.775 hektare, dengan capaian saat ini berkisar antara 83 hingga 98 persen pada berbagai titik infrastruktur irigasi.
Data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa produksi beras nasional pada tahun 2025 diperkirakan mencapai 34,77 juta ton, meningkat 13,54 persen dibanding tahun sebelumnya. Penyebab utama kenaikan ini adalah perluasan luas panen dan peningkatan infrastruktur irigasi. Hermanto menekankan bahwa kebijakan berkelanjutan tidak hanya terkait rehabilitasi irigasi, tetapi juga mencakup proyek seperti Optimasi Lahan (Opla) dan cetak sawah rakyat untuk meningkatkan ketahanan pangan.
Dengan demikian, upaya perbaikan infrastruktur irigasi menjadi landasan penting demi mewujudkan swasembada beras semaksimal mungkin di masa mendatang.