Zero Threshold Lebih Demokratik, Suara Rakyat Terjaga

[original_title]

Meritagehighlands.com – NasDem mengusulkan peningkatan ambang batas parlemen menjadi 7 persen. Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI), Adi Prayitno, menilai bahwa penghapusan ambang batas parlemen akan membawa kemajuan dalam demokrasi. Menurutnya, sistem ambang batas yang ada saat ini hanya akan mengakibatkan hilangnya suara rakyat.

Dalam penjelasannya, Adi menyatakan, “Zero threshold jauh lebih demokratis karena tidak menghilangkan suara rakyat. Ambang batas parlemen secara substansi adalah suatu bentuk penindasan terhadap demokrasi, mengingat banyak suara yang tidak terwakili.” Hal ini disampaikan saat dihubungi pada Rabu (25/2/2026).

Adi juga menyoroti dampak negatif dari ambang batas bagi partai-partai yang tidak lolos. Suara pemilih untuk partai tersebut hilang, yang berarti aspirasi masyarakat yang seharusnya terwakili menjadi sia-sia.

Sementara itu, Ketua Umum NasDem, Surya Paloh, menegaskan komitmennya untuk mendukung peningkatan ambang batas menjadi 7 persen. Paloh menyatakan bahwa hal ini lebih efektif untuk menjaga stabilitas pemerintahan dan implementasi dari hasil demokrasi Indonesia. Ia juga mengingatkan bahwa banyak partai politik saat ini perlu direnungkan, “Untuk apa demokrasi jika tidak membawa kemanfaatan?” ungkap Paloh di NasDem Tower, Menteng, Jakarta Pusat, pada Sabtu (21/2).

Paloh menginginkan sistem politik yang lebih selektif dan tidak berlebihan dalam jumlah partai untuk mencapai tujuan bersama bangsa. Penyampaian ini menjadi penting dalam diskusi mengenai dinamika politik dan aspirasi masyarakat yang sering kali terabaikan dalam konteks pemilihan umum.

Baca Juga  Inggris Tim Eropa Pertama Lolos ke Piala Dunia Setelah Kalahkan Latvia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *