07 February 2026 – Child grooming pada anak merupakan bentuk proses child grooming pada anak yang kini makin sering dibicarakan di masyarakat, terutama di era digital di mana ruang interaksi anak berkembang pesat. Istilah ini merujuk pada upaya manipulasi psikologis yang dilakukan oleh pelaku dewasa untuk membangun kedekatan emosional dan kepercayaan dengan anak, dengan tujuan mengeksploitasi korban di kemudian hari. Alodokter
Child grooming sering kali dilakukan secara bertahap dan tidak mudah dikenali karena modusnya halus. Dalam praktiknya, pelaku—yang kadang dikenal oleh keluarga atau lingkungan anak—memberikan perhatian berlebihan, hadiah, atau dukungan emosional palsu untuk menciptakan ketergantungan.
Fenomena ini bisa terjadi dalam berbagai situasi, baik secara langsung maupun melalui ruang digital seperti media sosial, pesan instan, maupun permainan daring. Teknologi memperluas peluang predator untuk berinteraksi dengan anak tanpa identitas yang jelas, sehingga mempersulit deteksi dini.
Ahli perlindungan anak menekankan bahwa proses ini bukan sekadar perhatian biasa, melainkan strategi terencana untuk mengisolasi korban dari lingkungan pendukungnya, lalu membuka jalan bagi eksploitasi atau pelecehan yang lebih serius di kemudian hari.
Tanda-tanda seorang anak mengalami child grooming dapat meliputi perubahan perilaku tiba-tiba, menarik diri dari keluarga dan teman, serta menerima hadiah yang tidak wajar tanpa penjelasan.
Pencegahan penting dilakukan oleh orang tua, pendidik, dan komunitas dengan meningkatkan literasi digital dan komunikasi terbuka bersama anak. Diskusi yang sehat tentang batasan pribadi serta pengawasan terhadap interaksi online dapat membantu mengurangi risiko menjadi korban.
Kasus seperti yang diangkat publik baru-baru ini mengingatkan kembali bahwa child grooming bukan sekadar istilah, tapi ancaman nyata yang bisa berdampak psikologis dan sosial jangka panjang jika tidak ditangani secara serius.