Perang Mengempiskan Ruang Penurunan BI Rate di Indonesia

[original_title]

Meritagehighlands.com – Peluang untuk memangkas suku bunga acuan (BI Rate) di masa depan semakin menipis, menurut pernyataan Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo. Dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI pada Rabu (8/4/2026), Perry menekankan pentingnya fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian global, terutama yang disebabkan oleh konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

Sepanjang tahun 2025, Bank Indonesia telah melakukan tiga kali penurunan suku bunga acuan, menurunkannya hingga 4,75%. Namun, Perry menyatakan bahwa ruang untuk penurunan lebih lanjut kini semakin sempit. “Ke depan, kami harus menyikapinya dengan menjaga stabilitas,” tuturnya.

Ketegangan di Timur Tengah, yang berdampak pada kenaikan imbal hasil surat berharga pemerintah AS, menjadi sorotan utama. Meningkatnya defisit fiskal AS, yang digunakan untuk mendanai kebutuhan militer dan anggaran perang, telah memberikan dampak signifikan pada pasar keuangan global. Kenaikan yield di pasar internasional memberi tekanan pada pasar keuangan domestik, termasuk nilai tukar rupiah.

Perry juga menjelaskan bahwa situasi ini menuntut Bank Indonesia untuk mengambil langkah yang lebih hati-hati dalam menentukan kebijakan suku bunga di masa mendatang. Situasi global yang tidak menentu ini menjadi tantangan, dan stabilitas ekonomi domestik menjadi prioritas utama bagi bank sentral. Ke depannya, dia mengingatkan perlunya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kestabilan harga.

Secara keseluruhan, perubahan ini mencerminkan ketidakpastian yang ada di pasar global dan dampaknya terhadap kebijakan moneter di Indonesia. Gubernur berkomitmen untuk terus memantau perkembangan yang ada demi menjaga kesejahteraan ekonomi nasional.

Baca Juga  OnePlus 15T Meluncur dengan Desain Kompak dan Baterai Besar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *