Media Sosial Jadi Rujukan Utama untuk Swamedikasi

[original_title]

Meritagehighlands.com – Praktik swamedikasi semakin meluas di Indonesia, di mana sekitar 78,95 persen penduduk memilih untuk mengobati diri sendiri sebelum berkonsultasi dengan tenaga medis. Riset menunjukkan bahwa swamedikasi, yang merupakan upaya pengobatan tanpa bimbingan profesional, menjadi pilihan banyak orang saat mengalami gejala penyakit, menggunakan obat-obatan yang tersedia di rumah ataupun bahan alami.

Fenomena ini tidak merata di seluruh Indonesia. Provinsi Kalimantan Selatan melaporkan angka tertinggi, mencapai 89 persen, diikuti Jakarta dengan 76,02 persen dan Jawa Barat sebesar 80,22 persen. Situasi ini memunculkan pertanyaan mengenai alasan masyarakat melakukan swamedikasi dan dari mana mereka memperoleh informasi tentang pengobatan mandiri.

Untuk menggali lebih dalam, tim peneliti dari Departemen Ilmu Komunikasi Universitas Pakuan melakukan penelitian kualitatif pada 2025-2026, melibatkan 66 responden dari Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Penelitian ini berfokus pada motif dan kelompok referensi yang mempengaruhi keputusan swamedikasi, termasuk penyelenggaraan diskusi kelompok pada 22 Januari 2026 dengan melibatkan pelaku swamedikasi dan tenaga kesehatan.

Berdasarkan hasil penelitian, media sosial ditemukan sebagai sumber informasi paling dominan, digunakan oleh 28,78 persen responden. Para pelaku swamedikasi cenderung mencari informasi mengenai pengobatan di platform digital, dengan kepercayaan lebih kepada konten yang berasal dari profesional seperti dokter.

Menggunakan media sosial sebagai referensi, kelompok usia 20-39 tahun mendominasi dengan 50 persen responden mengandalkan sumber ini. Sementara kelompok berusia 60-78 tahun hanya 18 persen. Selain itu, peran keluarga juga cukup signifikan, dengan sekitar 25,75 persen merujuk pada pengetahuan yang diwariskan mengenai penggunaan tumbuhan obat. Temuan ini menjadi penting dalam memahami pola pengobatan mandiri di masyarakat Indonesia.

Baca Juga  Gubernur Jatim Atasi Inflasi Melalui Pasar Murah di Sumenep

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *