Harga Minyak Naik Tajam karena Konflik Iran, Trump Bicara Keamanan Dunia

[original_title]

Meritagehighlands.com – Lonjakan tajam harga minyak global telah mencuat akibat meningkatnya ketegangan konflik di Timur Tengah, dengan harga minyak mentah menembus batas psikologis US$100 per barel. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan tanggapan bahwa kenaikan ini bersifat sementara dan merupakan pengorbanan kecil untuk mencapai keamanan global. Melalui platform Truth Social, Trump meyakini harga minyak akan segera cenderung menurun setelah ancaman nuklir dari Iran berhasil diatasi.

Kenaikan harga minyak yang terjadi pada 8 Maret ini tercatat sebagai lonjakan tertinggi sejak invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022. Minyak mentah jenis Brent melonjak hingga 18% menjadi US$108,68 per barel, sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melambung hampir 20% mencapai US$108 per barel. Kenaikan tersebut dipicu oleh penutupan Selat Hormuz, jalur pengiriman minyak dan gas yang vital bagi pasar global.

Akibat dari konflik antara AS-Israel dan Iran, lalu lintas di Selat Hormuz menjadi terhenti, menyebabkan produsen energi utama di wilayah tersebut memangkas produksi. Situasi ini menciptakan guncangan pasokan yang memicu kekhawatiran di kalangan investor tentang keterbatasan aliran minyak dari Timur Tengah dalam jangka panjang. Meskipun Trump optimistis tentang stabilitas harga di masa depan, pasar tetap waspada terhadap dampak signifikan dari ketegangan ini terhadap perekonomian global.

Baca Juga  Gibran Tiba di Johannesburg, Diterima Menteri Afsel dan Tarian Pantsula

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *