Meritagehighlands.com – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) telah menyalurkan pembiayaan Kredit Program Perumahan (KPP) dengan total mencapai Rp7,4 triliun sejak peluncurannya. Pembiayaan ini terbagi menjadi Rp5,4 triliun untuk sisi suplai dan Rp2,0 triliun untuk sisi permintaan. Melalui skema ini, BTN berfokus pada pengembangan akses perumahan baik bagi penyedia rumah maupun masyarakat yang membutuhkan.
Direktur Corporate Banking BTN, Helmy Afrisa, menyatakan bahwa kolaborasi dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk pengembang, kontraktor, serta pedagang bahan bangunan, menjadi salah satu aspek penting dalam pembiayaan tersebut. KPP untuk sisi suplai ditujukan bagi pengembang dan kontraktor dengan batas kredit hingga Rp5 miliar, sedangkan KPP untuk sisi permintaan dapat memberikan pembiayaan hingga Rp500 juta bagi UMKM dalam kegiatan terkait perumahan.
Di wilayah Jakarta dan sekitarnya, BTN telah mencatat 353 minat pembiayaan yang totalnya mencapai Rp424,944 miliar. Hal ini menunjukkan potensi pertumbuhan yang signifikan untuk KPP di masa mendatang. BTN berkomitmen untuk memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna memastikan bahwa program ini dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, mengapresiasi program ini dan menilai bahwa KPP dapat mendorong pertumbuhan UMKM dalam konteks perumahan. Ia juga menekankan pentingnya subsidi bunga dalam meningkatkan daya tarik program ini.
Respons positif terhadap KPP telah menyebabkan peningkatan kuota nasional dari Rp36 triliun menjadi Rp50 triliun. Maruarar menyoroti posisi BTN yang mampu menjangkau penyerapan tertinggi terhadap program ini, meskipun KPP baru berjalan kurang dari setahun. Inisiatif ini diharapkan tidak hanya menciptakan tempat tinggal, tetapi juga mendukung kegiatan usaha dan kesejahteraan masyarakat.
![[original_title]](https://meritagehighlands.com/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-11-at-21.02.46-1.jpeg)