Bapanas Tinjau HET MinyaKita Terkait Kenaikan Harga CPO Global

[original_title]

Meritagehighlands.com – Badan Pangan Nasional (Bapanas) sedang melakukan kajian untuk menyesuaikan harga eceran tertinggi (HET) MinyaKita akibat kenaikan harga minyak sawit mentah (CPO). Langkah ini diambil sebagai upaya untuk menjaga stabilitas pasokan dan melindungi daya beli masyarakat. Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Utama Bapanas, Sarwo Edhy, saat kegiatan Pelepasan Ekspor Unggas dan Produk Turunannya di Jakarta.

Pemeriksaan harga dilakukan setelah diketahui bahwa harga CPO saat ini melebihi dasar penetapan HET MinyaKita yang ditetapkan di angka Rp15.700 per liter. Menurut Sarwo, kajian ini mempertimbangkan pergerakan harga global dan kondisi produksi nasional, mengingat Indonesia adalah produsen terbesar minyak sawit dunia.

Sebagai bagian dari kebijakan domestic market obligation (DMO), sekitar 35 persen alokasi MinyaKita dikelola oleh Perum Bulog untuk distribusi. Bulog berperan penting dalam memasok MinyaKita ke pengecer tradisional, sehingga harga di pasaran dapat dijaga tetap stabil. Sarwo menambahkan, pemantauan di pasar yang memperoleh pasokan dari Bulog menunjukkan harga MinyaKita relatif sesuai dengan ketentuan yang ada.

Namun, di luar jaringan distribusi Bulog, harga MinyaKita ditemukan berkisar antara Rp17.000 hingga Rp18.000 per liter. Bapanas berkomitmen untuk memantau distribusi DMO agar tidak ada disparitas harga yang signifikan. Dalam kajian penyesuaian HET, Bapanas berencana melibatkan pelaku usaha minyak goreng, meskipun hingga saat ini belum ada pemanggilan terhadap produsen karena masih dalam tahap evaluasi kondisi di lapangan.

Sarwo menekankan pentingnya memastikan bahwa kebijakan yang akan diambil tidak akan membebani masyarakat.

Baca Juga  Nikita Mirzani Menangis di Sidang, Tunggu Keadilan 28 Oktober 2025

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *