Meritagehighlands.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada setelah terjadinya gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) pagi. Gempa yang terjadi sekitar pukul 04.58 WIB dengan episenter 36 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo ini, juga dirasakan hingga Sulawesi Selatan.
Koordinator Bidang Observasi BMKG, Jamroni, menjelaskan bahwa meskipun peringatan dini tsunami telah dinyatakan berakhir setelah dua jam pasca-gempa, sejumlah lokasi mengalami tsunami kecil setinggi 0,5 meter. Tsunami ini tercatat terjadi di Pulau Jampea, Kabupaten Selayar, dan di beberapa tempat lain, termasuk di Kota Makassar.
Data terkini menunjukkan bahwa telah terjadi 82 gempa susulan, meski kekuatannya semakin menurun. Jamroni berharap tidak terjadi gempa yang lebih besar. Di wilayah Sulsel, sejauh ini tidak ada laporan kerusakan bangunan, berbeda dengan NTT yang mengalami kerusakan signifikan, termasuk rumah roboh dan retakan pada pelabuhan.
Masyarakat diimbau untuk kembali ke rumah dan tetap berhati-hati. “Ada perubahan tinggi air, sehingga status waspada perlu dijaga meski tidak ada tsunami besar yang terjadi,” ungkap Jamroni. Gempa yang melanda ini menekankan pentingnya kesadaran akan potensi bencana di wilayah yang berada dekat dengan zona aktif, seperti NTT.
Keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama. BPBD Selayar melaporkan bahwa sampai saat ini, kondisi tetap aman dan tidak ada dampak signifikan di wilayah Sulawesi Selatan. Pihak terkait terus memantau perkembangan situasi agar dapat memberikan informasi terkini kepada publik.