Barantin Tingkatkan Pengawasan Akses Ekspor ke China

[original_title]

Meritagehighlands.com – Badan Karantina Indonesia (Barantin) mengintensifkan pengawasan terhadap pelaku usaha guna menjaga kepercayaan pasar China serta kelangsungan ekspor komoditas Indonesia. Langkah ini ditujukan untuk menindaklanjuti rekomendasi hasil audit dari Administrasi Umum Bea Cukai China (GACC).

Kepala Barantin, Abdul Kadir Karding, menjelaskan bahwa kepercayaan pasar internasional adalah aset penting yang harus dipertahankan. Seluruh rekomendasi dari audit yang dilakukan sejak 20 Juli 2026 itu akan ditindaklanjuti dengan transparansi dan terukur. Tujuannya adalah memastikan produk Indonesia memenuhi standar yang ditetapkan pasar global.

Audit tersebut merupakan bagian dari kerjasama bilateral antara Indonesia dan China dalam menjaga keamanan pangan dan mendukung kemajuan perdagangan. Selama proses audit, komunikasi terbuka berlangsung untuk memastikan sistem pengawasan karantina berfungsi sesuai standar internasional.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), China telah menjadi mitra dagang utama Indonesia, dengan kontribusi nilai ekspor nonmigas mencapai 58,24 miliar dolar AS di tahun 2025. Namun, dalam komoditas sarang burung walet, GACC mengidentifikasi sejumlah masalah, termasuk kadar aluminium yang melebihi standar. Sebanyak 19 dari 50 perusahaan eksportir terkena penghentian ekspor sementara oleh otoritas China.

Barantin juga mencatat bahwa sistem pengawasan untuk komoditas perikanan umumnya baik, meskipun beberapa aspek seperti higiene dan pengendalian suhu perlu ditingkatkan. Data menunjukkan nilai ekspor perikanan meningkat menjadi 6,27 miliar dolar AS pada 2025.

Karding menekankan perlunya kepatuhan terhadap regulasi bagi keberlanjutan ekspor, dan perusahaan yang melanggar akan menghadapi penghentian sementara ekspor. Dengan langkah-langkah ini, Barantin berharap dapat memperkuat kredibilitas sistem karantina dan memperluas akses produk Indonesia di pasar global.

Baca Juga  Pemerintah Tegaskan Kebijakan Pro Petani Menuju Kesejahteraan Agraris

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *