Satu Abad NU Perempuan: Penyangga Moral di Era Modern

[original_title]

Meritagehighlands.com – Satu abad Nahdlatul Ulama (NU) bukan hanya sekadar perayaan usia organisasi, tetapi juga sebagai momentum penting dalam merenungkan pengaruhnya terhadap perkembangan peradaban Islam di Indonesia dan dunia. Dengan jumlah pengikut yang mencapai ratusan juta, NU kini menghadapi isu-isu kompleks seperti gizi, literasi, pendidikan, dan moralitas di era digital. Dalam konteks ini, perempuan NU diharapkan menjadi penyangga moral bagi umat, bukan sekadar simbol.

Sejak awal, NU mengakar pada tradisi pesantren yang mendukung nilai-nilai akhlak dan tanggung jawab sosial. Dalam perjalanan sejarahnya, perempuan telah memainkan peran penting, terlihat melalui organisasi seperti Muslimat dan Fatayat yang mendukung kewenangan perempuan dalam berilmu dan memimpin. Namun, tantangan zaman telah berubah, termasuk krisis literasi dan disrupsi digital yang menjadikan ibu sebagai garda depan dalam pendidikan dan penyebaran nilai.

Dialog mengenai keadilan gender kini semakin mendesak. Meskipun NU memiliki metodologi untuk memperbarui tradisi, masih ada pekerjaan besar yang harus diselesaikan. Representasi perempuan dalam pengambilan keputusan strategis dan penguatan ekonomi berbasis komunitas masih jauh dari ideal. Dalam ruang-ruang kekuasaan, keterwakilan perempuan tetap kurang, meski mayoritas anggota NU adalah perempuan yang berkontribusi dalam berbagai bidang.

Hal ini semakin parah dengan tafsir klasik yang seringkali menempatkan perempuan dalam posisi subordinat. Pembacaan ulang terhadap teks dan praktik hukum yang tidak adil menjadi sangat penting. Perempuan NU diharapkan bisa menjadi agen perubahan, membangun kedudukan yang setara dalam masyarakat. Melangkah ke abad kedua, NU perlu melibatkan perempuan lebih banyak di semua aspek, dari organisasi hingga tingkat kebijakan. Tanpa kehadiran mereka, NU berisiko kehilangan separuh dari potensi moral dan intelektualnya.

Baca Juga  Korban Gempa M 5,8 di Poso Meningkat Jadi 41, Dua dalam Kondisi Kritis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *